Friday, July 26, 2019

Order now: "The State of Motion 2019: A Fear of Monsters" publication

Note: One of my old papers was reprinted in this great edited collection. 

State of Motion 2019: A Fear of Monsters publication contains the catalogue of the exhibitions presented in Jan-Feb, as well as an anthology of articles serving as scholarly discourse on the monstrous and the horrific of national and international cinemas examined against the histories, art and cinematic production coming out of Southeast Asia.





Design by Studio Swell
Published by Asian Film Archive

SG$ 45

*To take note:
For local orders, please click here to purchase
Conditions for local and international orders apply differently.

Friday, July 12, 2019

BADASS! BERANI! Filem2 ini akan mengguncang anda!

BADASS! BERANI!
Filem2 ini akan mengguncang anda!
Ada masanya perfilman Indonesia begitu enteng mengedarkan film-film yang, dengan standar moral saat ini, bisa menimbulkan efek samping kejang-kejang, urat tegang dan demo berseri. Masa di mana film yang menjual sensasi, aksi dan desah sebegitu marak. Sebagian malah dibuat cepat, murah dan disambut. Jadi apakah di masa itu, penonton kita lebih lepas bebas, lebih rileks menikmati sensasi dan menghibur diri lewat sederet kisah yang toh semua tahu sekadar hiburan? Bisa jadi.

​

Sambutan masyarakat atas gelombang film yang tak berpretensi apa-apa selain memuaskan dahaga hiburan ini membuat Indonesia punya koleksi film-film yang bisa secara kontroversi dilabeli film B (B-movies). Tapi film B, justru karena tak punya beban, seringkali lebih liar dan imajinatif. Tak heran lantas banyak yang terpikat oleh film-film jenis ini, dan mendedikasikan diri untuk merekam, mengabadikan bahkan mereka ulang gaya dan semangat film B ini.

​

Tapi apakah itu berarti juga di masa itu, masyarakat kita lebih bebas? Tunggu dulu. Karena kami yakin luwih penak jamanku itu klaim sepihak. Dalam sesi diskusi kita juga akan telusuri jejak dan konteks film-film B dalam sejarah Indonesia. Tentu sambil menonton dan merayakannya. 

​Poster A3 Landscape.png

​

Jadi, sampai jumpa di kineforum Juli ini!
Info dan jadwal film ada di sini

Diskusi "Berani karena Boleh: Film B Indonesia dan pendekatan New Cinema History"

Sabtu, 20 Juli, 17.00     Donasi Sukarela

Kineforum, TIM, Jakarta.

Di era puncak Orde Baru, untuk suatu alasan, film B merajai pasaran. Untuk setiap film berbudaya/adiluhung yang dikenang hingga kini, ada lebih banyak lagi film-film sensasional yang diterima masyakarat. Apakah itu berarti juga di masa itu, masyarakat kita lebih bebas? Di era Orde Baru? Tunggu dulu. Karena kami yakin _luwih penak jamanku_ itu klaim sepihak. Dalam sesi diskusi kali ini, kita akan merayakan dan menelusuri jejak dan konteks film-film B dalam sejarah Indonesia. Dan apakah diam-diam jejak film B ini juga sesungguhnya tulang punggung narasi sejarah perfilman Indonesia? Mari berbincang!

Pengampu:
- Ekky Imanjaya, dosen prodi film Binus University
- Dennis Adishwara, founder Layaria Network dan penikmat B(adass) movies

jadwal dan info film ada di sini


Wednesday, June 26, 2019

A Fear of Monsters Revisited: Publication Launch and Panel Discussion

A Fear of Monsters Revisited: Publication Launch and Panel Discussion
6 July 2019
1 – 3.30pm
Oldham Theatre
Singapore

Free admission with registration

On the occasion of our first ever publication launch from the State of Motion series, the Asian Film Archive is pleased to present A Fear of Monsters Revisited, a panel with regional film scholars, Bliss Cua Lim and Ekky Imanjaya, and artist Ho Rui An. Expanding on key themes from the State of Motion 2019: A Fear of Monstersexhibitions, the panel examines the monsters at the cross-sections of art and cinema as ciphers for the unarticulated complexities of history and the world we live.

From the zombie, the ghost to creatures of exploitation films, A Fear of Monsters Revisited focuses on the creatures that have embodied our existential fears and leap from our screens to both scare and entertain us. What does this appeal tell us about the societies we live? What kind of resistive cultural spaces do ‘monsters’ create? What do our beloved monsters tell us about ourselves and the histories that define us?

Speakers: Ho Rui An, Ekky Imanjaya, Bliss Cua Lim | Moderated by Kathleen Ditzig https://stateofmotion.sg/2019/programmes/

Friday, April 5, 2019

Layar Tancap, Bisnis Nostalgia yang Takkan Tergantikan (dokumenter pendek)

Layar Tancap, Bisnis Nostalgia yang Takkan Tergantikan : klik di sini
Pengantar:

Di tengah gempuran era digital, layar tancap ternyata masih sanggup bertahan. Hiburan rakyat ini tetap diburu oleh penontonnya yang ingin bernostalgia. "Sensasinya itu beda, satu nostalgia, dua merakyat. Sepertinya Layar tancap tidak akan tergantikan karena ada semangat kebersamaan dan gotong royong, " ujar Dr. Ekky Imanjaya, Dosen Jurusan Film Universitas Bina Nusantara, Senin (1/4). Ekky menambahkan, ketika menonton layar tancap penonton bebas berekspresi seperti teriak-teriak, bertepuk tangan tanpa takut malu dibilang norak. "Hal-hal ini yang tidak bisa didapatkan ketika menonton bioskop." Meski tak sesemarak dulu, layar tancap masih banyak ditanggap di wilayah pinggiran Jakarta. Nur Iyan, pengusaha layar tancap sekaligus kolektor ratusan film seluloid 35mm, mengaku dirinya masih menerima order 3-4 kali dalam sebulan. "Di wilayah pelosok masih banyak penggemarnya, walaupun era digital masih ada yang 'nanggep', alhmdulillah sebulan tiga sampai empat 'mah' masuk 'job'," terang Iyan.

Thursday, March 21, 2019

Nonton Bioskop: Putar Film Benyamin Sueb, Bentara Budaya Jakarta


It's A Wrap! Cult Comics and Fantasy Film from Indonesia

The first day of Cult Comics and Fantasy Films from Indonesia (Saturday, 16 March)  at SOAS University of London went very well, yesterday. Thank you all for coming!
And, finally, the second day of our event has ended.
We started the day with Garuda Power. Bastian Mereisonne, the director, was there to have Q&A with the audience, hosted by -@hikmat_darmawan. And then, we had one of the most epic panel with great panelists consisting Bastian, Pete Tombs of Mondo Macabro DVD, and Dr. @iainrobertsmith . We ended the event with the screening of Wiro Sableng the 212 Warrior. About 50 people attended, including Dr Rizal Sukma, our Indonesian Ambassador Indonesian Embassy - London,UK . 
Thank you all! Thank You pak Rizal and KBRI London, Komite Buku ID Badan Ekonomi Kreatif RI , NoC of Indonesia Market Focus, our volunteers and LOs, @mommy_memei @dikewink 
Thank you co-organizers @hikmat_darmawan @ben200murtagh SOAS University of London thank you LifeLike Pictures Tabula Rasa Film FLIK TV@anarkibumi #lbfindonesia #imaginenation #crazyindonesia @ SOAS University of London












the most epic panel of the year, so far. Pete Tombs, Bastian Meiresonne, Iain Robert Smith, and me.



with our Indonesian Ambassador!